Scoliosis

Scoliosis.jpg

What we know about scoliosis ? Apa yang kita tahu tentang scoliosis ?

23 tahun yang lalu, adik sepupuku lahir dengan kondisi scoliosis (kelainan tulang belakang) padahal dalam riwayat keluarga besar, belum pernah ada yang terkena scoliosis.

What is scoliosis ? apakah scoliosis itu ?

Scoliosis adalah kelainan tulang belakang dikarenakan adanya lekukan abnormal dari spine tulang belakang. Tulang belakang memiliki kurva normal, bila dilihat dari samping.

Kyphosis adalah kurva pada tulang belakang yang dapat dilihat pada saat membungkuk ke depan. Lordosis adalah kurva pada tulang belakang yang dapat dilihat pada saat membungkuk ke belakang.

Orang dengan scoliosis mengembang kurva tambahan untuk kedua sisi tubuh dan tulang tulang dari spine melingkar pada satu sama lain, membentuk “C” atau bentuk “S” di tulang belakang.

Scoliosis 2 kali lebih umum pada anak perempuan daripada anak laki laki. Scoliosis mempengaruhi sekitar 2% dari wanita dan 0,5% dari laki laki.

Apa penyebab scoliosis ?

Banyak sekali penyebab scoliosis, diantaranya :

  • Scoliosis bawaan [kelainan tulang belakang sejak lahir]
  • Neuromuscular scoliosis [kecacatan saraf tunjang dan otot, seperti cerebral palsy, muscular dystrophy]
  • Scoliosis degenerative [diakibatkan karena cedera atau sakit sehingga runtuhnya tulang, bedah sebelumnya atau osteoporosis/pengeroposan tulang]
  • Tumour [adanya tumor pada saraf atau tulang belakang]
  • Infection [jangkitan kuman, contohnya tubercolosis]
  • Metabolic [gangguan proses bahan kimia dalam badan]
  • Mesenchymal disorders [gangguan sel tisu badan, contohnya marfan syndrome, ehler, danlos syndrome]
  • Idiopathic scoliosis [scoliosis paling umum karena tidak memiliki penyebab yang dapat diidentifikasi tertentu] Idiopathic scoliosis dibagi menjadi 3 kumpulan berdasarkan umur ; Infantile idiopathic scoliosis [ketika bayi lahir hingga 3 tahun], Juvenile [ketika berumur 3 – 10 tahun], Adolescent [ketika berumur 10 tahun ke atas] — > paling kerap ditemui

Klasifikasi scoliosis berdasarkan etiologi :

  1. Scoliosis structural

Kurvatura lateral spine yang irreversible dengan rotasi vertebra yang menetap. Rotasi vertebra terbesar terjadi pada apex. Jika kurva bertambah maka rotasi juga bertambah.

Scoliosis structural tidak dapat dikoreksi dengan posisi atau usaha penderita sendiri

  1. Scoliosis non structural

Kurvatura lateral spine yang reversible dan cenderung terpengaruh oleh posisi. Tidak ada rotasi vertebra. Umumnya posisi supine/prone dapat mengkoreksi sendiri

Diagnosa Scoliosis berdasarkan :

  • Anamnesa dan pemeriksaan fisik yang lengkap
  • Pemeriksaan tambahan
  • X-ray standard scoliosis dilakukan dengan berdiri AP, bending kanan, bending kiri. Dilakukan pula evaluasi Risser Sign dan kalau perlu Bone Age.
  • Pada scoliosis sedang dan berat perlu dilakukan pemeriksaan fungsi paru berupa vital capacity dan total lung capacity

Apa gejala scoliosis ?

Pinggang tidak rata, bahu tidak merata, pisau bahu menonjol, kaki celana lebih panjang pada salah satu sisi dari yang lain. Jika scoliosis lebih parah dapat membuat lebih sulit bagi jantung dan paru paru berfungsi dengan benar dan bisa menyebabkan sesak napas dan nyeri dada.

Apa pengobatan untuk scoliosis ?

Pengobatan scoliosis didasarkan pada keparahan dari lekukan dan kemungkinan kurva semakin parah. Ada tiga kategori utama dari pengobatan : observasi, bracing dan operasi.

“Brace”

Brace

Tujuan menggunakan bracing untuk menghentikan perkembangan kurva. Ini dapat memberikan koreksi sementara.  Option bracing dipilih untuk scoliosis yang memiliki kurva tulang belakang antara 25 – 40 derajat, terutama jika tulang masih jatuh tempo dan memiliki minimal 2 tahun pertumbuhan yang tersisa.

“Operasi”

Tujuan dari operasi scoliosis, untuk memperbaiki dan menstabilkan kurva, mengurangi rasa sakit, dan memulihkan kurva lebih normal atau mendekati normal. Cangkok tulang disekitar tulang juga akan menyatu untuk mendapatkan tumbuh bersama dan menjadi padat. Hal ini untuk mencegah kelengkungan lanjut dalam bagian tulang belakang.

Scoliosis yang disebabkan oleh tumor harus dilakukan operasi untuk mengangkat tumor agar mampu memperbaiki kurva. Orang dengan scoliosis degenerative akan sering memiliki lebih banyak keluhan nyeri punggung dan sakit kaki. Bisa seperti itu karena terkait dengan arthritis di belakang dan kompresi yang mungkin dari akar saraf yang mengarah ke kaki. Untuk membantu meringankan gejala itu lakukan dengan pengobatan non operative seperti terapi fisik, latihan dan chiropractic lembut.

Ada pula pengobatan rumah untuk scoliosis diantaranya pengobatan herbal, terapi diet, pijat, terapi fisik, peregangan, latihan latihan tertentu dan suplemen gizi seperti L-selenomethionine.

Program skrining sekolah telah membantu mengindentifikasi scoliosis sejak dini. Scoliosis bila diketahui sejak dini bisa menghindari kebutuhan untuk operasi. Orang dengan scoliosis dapat hidup penuh, produktif dan normal bahkan dapat hamil dan memiliki anak tanpa peringatan resiko komplikasi. Hanya saja pada masa kehamilan akan meningkatkan resiko nyeri punggung.

Scoliosis yang tidak diobati dapat menyebabkan deformitas tulang belakang yang parah, nyeri dan mengakibatkan individu tidak mampu bekerja atau berjalan normal. Scoliosis jarang berkompromi dengan pernapasan yang menyebabkan kematian.

Pada saat sekarang ini mungkin masih belum ditemukan obat untuk menyembuhkan atau mencegah scoliosis. Namun bagi penderita scoliosis lebih baik tidak melakukan latihan tertentu seprti pilates, yoga atau gerakan dengan torsi atau memutar tulang belakang, senam, membawa beban di sau sisi tubuh [seperti ransel disatu bahu] atau menggunakan trampoline dapat berpotensi membuat scoliosis buruk.

Referensi :